Negaratoto -- Perlambatan ekonomi yang berpotensi berlanjut diperkirakan menekan kinerja Indonesia pada 2019. Sebab, aktivitas yang melambat akan menyusutkan permintaan impor China ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Hal itu diungkapkan dalam laporan Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service pada 10 Januari 2019.
Goyahnya ekonomi akan berdampak pada lemahnya aktivitas impor komoditas ke Negeri Tirai Bambu itu, dan menghasilkan dampak langsung ke negara-negara pengekspor sektor ekstraktif seperti Indonesia. Tak hanya itu, kinerja perdagangan internasional juga akan terpukul oleh pelemahan harga komoditas.
"Australia, Indonesia, dan Malaysia terutama akan terkena dampak utama dari pelemahan permintaan China dan penurunan harga komoditas ini," ujar Moody's
Meski demikian, kinerja ekspor Indonesia diprediksi tidak akan separah Mongolia dan Kepulauan Solomon, di mana 80 persen dari kinerja ekspor mereka ditujukan ke China.
"Mereka terpapar parah karena menyuplai batu bara, tembaga, dan produk kayu-kayuan ke China," ungkap laporan tersebut.
Hingga saat ini, Moody's menyebut Indonesia belum dapat menerima manfaat dari pengalihan permintaan AS, lantaran ekspor produk elektronik ke China hanya 0,1 persen terhadap PDB, bahkan 0 persen ke AS.
Kondisi ini justru akan dimanfaatkan oleh negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan untuk produk elektronik serta Vietnam dan Bangladesh untuk produk tekstil."Kemampuan manufaktur dan keunggulan kompetitif negara-negara tersebut terdapat di ongkos produksi yang murah serta efisiensi produksi,"

0 comments :
Post a Comment